UANG DAN LEMBAGA KEUANGAN
Tahukah
kamu tentang lembaga keuangan? Lembaga keuangan terdiri atas bank dan
lembaga keuangan selain bank. Gambar di atas adalah perum pegadaian yang
merupakan lembaga keuangan selain bank. Coba sebutkan lembaga keuangan
lainnya. Apa yang terjadi jika di dunia ini tidak ada uang? Tentu
manusia menjadi repot. Jika tidak ada uang, kalian mungkin membayar
iuran sekolah dengan kelapa, beras, ayam, kambing, atau barang lainnya.
Sekolah repot menampungnya, dan susah untuk menggunakannya lagi. Pada
bab ini, kalian akan mempelajari tentang uang dan lembaga keuangan.
Uraiannya meliputi hal-hal sebagai berikut.
1. Pengertian, jenis, dan fungsi uang.
2. Lembaga keuangan bank serta manfaatnya.
3. Lembaga keuangan bukan bank serta manfaatnya.
A Uang
Dalam
kegiatan ekonomi, uang mempunyai peranan yang sangat penting. Dengan
adanya uang, kegiatan ekonomi masyarakat menjadi lebih lancar. Uang
digunakan oleh masyarakat untuk membeli barang atau jasa yang
dibutuhkan. Uang juga digunakan untuk menyimpan kekayaan dan untuk
membayar hutang. Bahkan dengan adanya uang, kalian dapat mengatakan
bahwa bukumu lebih mahal daripada pensil temanmu, dan sebagainya. Apakah
yang dimaksud dengan uang itu? Setelah membaca uraian di atas, kalian
dapat menyimpulkan bahwa uang adalah suatu benda yang diterima secara
umum oleh masyarakat untuk mengukur nilai, menukar, dan melakukan
pembayaran atas pembelian barang dan jasa, dan pada waktu yang bersamaan
bertindak sebagai alat penimbun kekayaan.
1. Sejarah Uang
Masyarakat
yang masih primitif, kehidupannya masih sangat sederhana. Hal ini
pernah dialami oleh nenek moyang kita. Mereka dapat memenuhi kebutuhan
hidupnya dengan cara mengambil dan memanfaatkan barang yang ada di
sekitar tempat tinggalnya. Perkembangan peradaban manusia juga menggeser
tujuan kegiatan produksi masyarakat. Semula, masyarakat memproduksi
barang hanya untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, lalu berkembang
menjadi tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan keluarganya tetapi juga
untuk memenuhi kebutuhan orang lain (untuk dijual). Selanjutnya,
terjadilah perdagangan dengan cara tukar-menukar antara barang dengan
barang lain yang dinamakan barter (pertukaran innatura). Pertukaran
barang dengan barang dapat terjadi jika syarat-syarat dapat dipenuhi.
Syarat-syarat itu sebagai berikut.
a. Orang-orang yang akan melakukan pertukaran harus memiliki barang yang akan ditukarkan.
b.
Orang-orang yang akan melakukan pertukaran harus saling membutuhkan
barang yang akan dipertukarkan tersebut pada waktu yang sama.
c.
Barang-barang yang akan dipertukarkan harus mempunyai nilai yang sama.
Seiring dengan perkembangan peradaban manusia maka pertukaran dengan
cara barter menjadi semakin sulit dilakukan. Bahkan, karena kebutuhan
setiap orang semakin banyak dan beragam, maka untuk memenuhi kebutuhan
hidupnya tidak mungkin lagi ditempuh dengan cara barter. Karena
menghadapi kesulitan dalam melakukan pertukaran barter, manusia
terdorong untuk mencari cara pertukaran yang lebih mudah. Manusia mulai
menggunakan uang barang dalam melakukan pertukaran. Contoh uang barang
yaitu garam, senjata, dan kulit hewan. Pada umumnya benda-benda yang
digunakan sebagai uang barang oleh masyarakat setempat memiliki
sifat-sifat sebagai berikut.
a. Digemari oleh masyarakat setempat.
b. Jumlahnya terbatas.
c. Mempunyai nilai tinggi.
Namun dalam kenyataannya uang barang tersebut masih mengandung kelemahan juga. Kelemahannya sebagai berikut.
a. Sulit dipindahkan.
b. Tidak tahan lama.
c. Sulit disimpan.
d. Nilainya tidak tetap.
e. Sulit dibagi tanpa mengurangi nilainya.
f. Bersifat lokal.
Kesulitan
pertukaran dengan menggunakan uang barang tersebut mendorong manusia
untuk menetapkan benda yang dapat digunakan sebagai perantara
tukar-menukar. Benda yang dianggap cocok sebagai alat tukarmenukar
adalah logam. Pada masa lalu, logam yang digunakan sebagai uang adalah
emas atau perak. Mengapa masyarakat memilih emas atau perak sebagai alat
perantara pertukaran? Alasannya sebagai berikut.
a. Emas dan perak
merupakan barang yang dapat diterima oleh semua anggota masyarakat
karena memiliki nilai yang tinggi dan jumlahnya langka.
b. Jika dipecah nilainya tetap (tidak berkurang).
c. Tahan lama (tidak mudah rusak).
Akan tetapi, penggunaan emas dan perak juga masih mengandung
kelemahan untuk memenuhi tuntutan kebutuhan pertukaran masyarakat.
Kelemahannya sebagai berikut.
a. Jumlahnya sangat terbatas sehingga tidak mudah untuk mencukupi kebutuhan masyarakat akan pertukaran.
b. Kandungan emas tiap daerah tidak sama sehingga menyebabkan persediaan emas tidak sama.
Perkembangan ekonomi yang semakin pesat mendorong kegiatan
transaksi menjadi semakin sering dan bahkan semakin kompleks. Hal ini
menimbulkan kesulitan bagi manusia untuk membawa uang logam dalam jumlah
besar (berat dan repot). Untuk mengatasinya, pemilik emas dan perak
cukup melakukan transaksi dengan menunjukkan bukti penyimpanan emas dan
perak yang berupa surat bukti penyimpanan. Surat bukti penyimpanan
tersebut dikeluarkan oleh lembaga yang menerima titipan emas dan perak.
Lama kelamaan yang beredar dalam masyarakat adalah kertas sebagai tanda
bukti penyimpanan emas dan perak tersebut. Di Indonesia, sekarang
beredar uang kertas dan uang logam yang dikeluarkan Bank Indonesia.
Kedua jenis uang tersebut memenuhi syarat-syarat sebagai berikut.